Contact us on (021) 7222685

Isurance Corner

Prospek Asuransi Kendaraan Bermotor di Tengah Gejolak Ekonomi
September 14, 2016 bumida1

Prospek Asuransi Kendaraan Bermotor di Tengah Gejolak Ekonomi

Salah satu lini bisnis Asuransi umum yang mempunyai trend meningkat selama semester pertama 2015 adalah asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle insurance), sebagaimana data yang di analisis oleh Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) selama dua kuartal 2015. Padahal, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sedang terdepresiasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang melambat. Bagaimana sebenarnya prospek asuransi kendaraan bermotor menurut para pelaku bisnis asuransi umum Indonesia?

Pasar asuransi Indonesia, suka atau tidak suka, adalah pasar yang terbuka. Bahkan, di anatara pasar-pasar ASEAN, pasar asuransi Indonesia lebih terbuka dibandingkan dengan pasar di anggota-anggota ASEAN lainnya. Misalnya, kepemilikan asing di pasar Indonesia lebih dari 50 persen dalam suatu perusahaan asuransi patungan (Join venture insurance company), di pasar ASEAN lainnya kepemilikan asing masih dibawah 50 persen.

Sebagai pasar terbuka, indonesia tidak bisa lepas dari kekuatan-kekuatan besar ekonomi seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Ketika Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi nomor dua, setelah Amerika Serikat, sedang mengalami perlambatan ekonomi maka dampaknya terasa di Indonesia. Apalagi kerja sama ekonomi anatara Tiongkok dan Indonesia terasa meningkat di era Presiden Joko Widodo.

Indonesia mengalami perlambatan ekonomi pada 2015 ini, ditambah dengan depresiasi rupiah terhadap dolar AS, tapi selama semester pertama tahun ini asuransi kendaraan bermotor lebih besar preminya dari pada asuransi harta benda. Diantara lini bisnis yang ada, asuransi kendaraan bermotor berada di urutan pertama perolehan premi bruto, disususl oleh asuransi harta benda, serta asuransi kecelakaan dan kesehatan. Lini bisnis lainnya masih berada di angka sekitar Rp 1 triliun selama enam bulan pertama 2015.

Menurut data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi bruto asuransi kendaraan bermotor selama semester pertama 2015 mencapai Rp 8,12 triliun, sedangkan asuransi harta benda dalam periode yang sama premi brutonya tercatat Rp 7,94 triliun. Premi bruto asuransi kendaraan bermotor menyumbang 28,91 persen dari total premi industri asuransi umum sebesar Rp 28,08 triliun selama Januari-Juni 2015.

Menurut pelaku industri asuransi, walaupun membukukan premi bruto yang lebih besar pada kuartal kedua 2015, bisnis asuransi kendaraan bermotor ada kecenderungan menurun selama 2015 ini. Meskipun, tentu saja, ada yang masih optimistis mengenai asuransi kendaraan bermotor ini.

Regulasi dari OJK

Salah satu yang berpengaruh pada pendapatan premi asuransi kendraan bermotor adalah regulasi dari Otorisasi Jasa Keuangan (OJK), yaitu Surat Edaran Otorisasi Jasa Keuangan Nomor 21/SEOJK.05/2015 Tahun 2015 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor tahun 2015.

Pengaturan premi kendaraan bermotor oleh OJK sebagai regulator asuransi dapat dirunut ke belakang sekitar 10tahun terakhir. Setelah terjadi Krisis Moneter 1998, Biro Tarif yang mengatur suku premi asuransi dibubarkan, maka mulailah suku premi asuransi ditentukan oleh mekanisme pasar. Salah satu yang ditentukan oleh mekanisme pasar adalah suku premi asuransi kendaraan bermotor. Ternyata, suku premi asuransi kendaraan beemotor mengalami penurunan drastis, bahkan cenderung jor-joran rendahnya. Bahkan seorang eksekutif asuransi umum di Jakarta pada waktu itu mengatakan kekhawatiran kalau persaingan premi yang tidak sehat bakal bisa berpengaruh pada pembayaran klaim kepada nasabah atau tertanggung itu sendiri. Karena kata eksekutif asuransi umum tersebut, premi tidak cukup umutuk membayar klaim asuransi kendaraan bermotor itu.

Terlepas dari kondisi ekonomi yang melambat dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih melemah, beberapa eksekutif asuransi sebagai palaku bisnis asuransi kendaraan bermotor masih tetap optimistis. Walaupun mungkin ada sedikit koreksi atau penurunan beberapa saat karena kondisi tersebut. Yang jelas, kendaraan bermotor menjadi penyumbang premi terbesar di industri asuransi umum selama semseter pertama 2015, yaitu 28,91 persen atau hampir sepertiga dari kegiatan asuransi umum dipasar Indonesia yang terbuka seperti sekarang ini.

 

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Captcha *