Contact us on (021) 7222685

Profil Cabang

Profil Bumida Cabang Kediri
September 14, 2016 bumida1

“TATAG, TETEG, TANGGAP BEN TUTUG”

Bumida Cabang Kediri

Salam Sobat Dinda, kami cabang kediri ingin memberikan penjelasan slogan kami untuk 2015 ini yaitu “TATAG,TETEG, TANGGAP BEN TUTUG” yang artinya yaitu Bumida Cabang Kediri siap berjuang dan bekerja bersama terhadap amanat manajemen untuk tahun 2016 dan siap melayani nasabah sepenuh hati mencapai hasil yang terbaik.

Semoga tahun 2016 produksi dan kinerja kami akan semakin baik lagi dan mencapai hasil target yang ditentukan. Struktur organisasi Cabang Kediri terdiri dari :

 

Kepala Cabang                  : Bpk. Ilyas Maulana

Kasie TKUP                       : MartaYoga Guna Dharma

Kasie Pemasaran              : M. Farouq

Staf

– Kasir / keuangan           : Agung Tri Setyawan

– Teknik                              : Bagus Dwi Cahyono (magang) dan Hibrid

Kokarda                              : Oki Setiawan

 

Daftar Mitra Kerja :

Supervisor Non Group I

– Suwito, dengan agen:

– M. Yahya

– Suroso

– Heny Kustiarti

 

Supervisor Non Group II

– Wuri Handayani, dengan agen :

– Juliani Puji Rahayu

– Zuna Afidatul Hidayah

– Bima Yoga Kristriono

 

Supervisor Group

– Andik Dwi Utama (AJB Ngunut)

– Khumaidi (AJB Tulungagung)

– Candra Panca Sukmana (AJB Kediri Gambiran)

– Supartono (AJB Nganjuk)

– Sumartono (AJB Ngawi)

– Eko L. (AJB Kediri Erlangga)

– Lupi Puji Astutik (AJB Pare)

– Nugrah (AJB Wlingi)

– Endang Setyowati (AJB Ponorogo)

– Nanik Nuryani (AJB Pacitan)

– Feri Suprihatiningsih (AJB Blitar)

– Sri Hartuti (AJB Magetan)

 

Cabang kediri mempunyai mita kerja terbaik yaitu ibu Wuri Handayani. Kami memilih ibu wuri handayani karena beliau mencapai target terbaik untuk hasil pencapaianya.

 

Kata Kacab atas kinerja tahun 2015

Kinerja tahun 2015 kurang memuaskan karena masih banyak potensi di wilayah kediri yang tidak dapat direalisasikan. Sampai dengan bulan Oktober 2015, Bumida Kediri menghasilkan surplus sebesar 88,5% dan diharapkan sampai dengan akhir tahun 2015 tetap stabil

Kendala yang dialami tahun 2015 yaitu adanya kebijakan dari beberapa walikota yang melarang adanya pungutan lain di sekolah sehingga penggarapan bisnis siswakoe di beberapa kota sempat tersendat, beralihnya bisnis askes dewan ke BPJS, kebijakan pemerintah yang baru atas bea masuk menyebabkan tidak diperpanjangnya bisnis custom bond.

 

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Captcha *